Friday, August 24, 2012

Ledakan Mercon Renggut 3 Nyawa

Ledakan Mercon Renggut 3 Nyawa

Suami istri dan satu keponakannya tewas mengenaskan karena tubuhnya
hancur akibat ledakan petasan. Ketiganya tewas bersamaan dengan
ambruknya tiga rumah yang berdekatan. Tragedi yang memilukan ini
terjadi di Dusun Alas Gede, Desa Ngingit, RT 20/RW 06, Kecamatan
Tumpang, Kabupaten Malang, Selasa (14/8) malam.

Ketiga korban adalah Ponari (50) dan istrinya, Ny Mistiani (40), serta
seorang keponakannya, Sodikin (15). Tiga penghuni rumah lainnya,
Senimah (65, ibu Mistiani) bersama Putri (17) dan Aji Winanto (2,5)
selamat karena saat kejadian berada di luar rumah. Seluruh korban
dibawa ke RSU dr Saiful Anwar, Kota Malang. Desa ini berjarak 40 km
dari Kota Malang.

Ledakan di rumah Ponari pukul 20.00 WIB diiringi dengan suara keras
yang terdengar sampai radius sekitar 3 kilometer. Bahkan saking
kerasnya suara ledakan, beberapa kaca jendela rumah warga sampai pecah
karena bergetar.

Warga menduga, ledakan itu terjadi saat Ponari meracik bahan - bahan
untuk membuat petasan di dalam rumah. Dugaan itu muncul karena selama
ini Ponari kerap memproduksi petasan setiap kali Ramadhan.

Hal ini dikuatkan oleh Basiri (43), kerabat Ponari. Menurut Basiri,
Ponari yang juga pernah menjabat sebagai kepala dusun setempat,
diketahui pernah membuat petasan. "Dulu bikin mercon kecil - kecil,
untuk senang - senang aja. Saya nggak tahu kalau dia sekarang buat
mercon lagi. Mungkin sekarang ini ukurannya lebih besar," papar
Basiri.

Selain menghancurkan tiga rumah tetangga, ledakan mercon made-in
Ponari juga merusak 10 rumah lainnya, satu masjid dan satu mushala.

Camat Tumpang, Edi Susanto, belum bisa memastikan jumlah bangunan yang
rusak. Ia juga belum bisa memastikan apakah nanti akan ada bantuan
dari pemda bagi penduduk. "Kejadian ini sudah saya laporkan ke
pimpinan. Semoga saja nanti akan turun bantuan buat warga," terang
Edi.

Kapolres Malang AKBP Rinto Djatmoko memimpin olah tempat kejadian
perkara (TKP) yang menghebohkan ini. Polisi sedikit kesulitan karena
tubuh ketiga korban hancur dan tersebar di sejumlah titik.
"Penyebabnya, itu masih kami selidiki. Tapi dugaan sementara itu
terjadi karena petasan," urai Rinto.

Hingga Rabu sore, pencarian potongan tubuh korban masih dilakukan.
Polres mendatangkan tim Gegana Polda Jatim untuk membantu upaya
penyelidikan dan pengamanan.

Achmad Faziri (43), kakak ipar Ponari yang mewakili keluarga,
menjelaskan bahwa Ponari merupakan jago silat dan memiliki tenaga
dalam yang bagus. "Dulu dia sering diundang untuk pertunjukkan silat
dan kekebalan. Petasan kecil - kecil pernah dikalungkan di leher lalu
dan dia kuat, terakhir saya lihat, dia ikut pertunjukkan itu dua tahun
lalu," ucap Faziri.

Beberapa warga menyebutkan bahwa dalam tiga hari terakhir Ponari
ngebut bikin petasan dalam jumlah banyak guna memenuhi pesanan. Polisi
belum bisa memastikan kebenaran informasi ini.

Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah, menduga bahan
peledak yang menghancurkan rumah ini mencapai 25 kg. "Ini perkiraan.
Sekarang tim Labfor Polda Jatim masih melakukan pemeriksaan," kata
Decky.

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.