Friday, August 17, 2012

Bentuk-bentuk Ketupat

Bentuk-bentuk Ketupat


Menjelang Idul Fitri, selongsong ketupat banyak dijual di pasar tradisional. Namun, rata-rata berbentuk sama, yakni bentuk kepal bersudut tujuh atau bawang. Padahal, masih ada 11 bentuk lagi yang tak banyak dikenal. Ketupat asli Indonesia ini nyaris punah karena tak ada lagi yang rutin membuatnya.

Prof. Dr. Florentinus Gregorius Winarno mengungkapkan bentuk-bentuk ketupat asli Indonesia dalam sebuah handout sederhana berjudul 'Tumpeng Offering'. Pakar ilmu teknologi pangan yang dikenal dengan nama F.G. Winarno ini mendokumentasikan 12 jenis pengemas tradisional yang terbuat dari janur. Apakah Anda kenal jenis-jenis lipatan ketupat milik bangsa Indonesia ini?
 

1. Ketupat tumpeng
Seperti tumpeng, bentuknya mengerucut dengan dasar melebar. Helai janur menjuntai di bagian yang runcing.
2. Ketupat jago
Ketupat jago terbuat dari delapan helai janur. Bentuknya segitiga sama kaki dengan ujung yang menjuntai di kanan kiri. Helaian janur di bagian atasnya diikat. Ketupat ini dipakai untuk hajatan empat bulanan. Jika bayinya laki-laki, kelak ia akan menjadi jago, berwatak ksatria, dan mempunyai kedudukan tinggi.
 
 
3. Ketupat bata 
Seperti namanya, ketupat dari dua helai janur ini berbentuk persegi panjang layaknya bata. Satu helaian berada di satu sudut, sementara helaian satu lagi keluar di seberang sudut tadi. Nama lain ketupat ini adalah ketupat luwar dengan harapan jabang bayi dapat lahir dengan mudah dan selamat. Hal ini juga menyimbolkan tercapainya keinginan.


4. Ketupat bagea 
Bentuk ketupat ini unik karena hampir bundar dengan janur menjuntai di bagian atas. Anyamannya saling menyilang, mirip dengan kue bagea atau mirip kuntum bunga.
5. Ketupat pendawaKetupat satu ini berbentuk segitiga dengan ujung berupa dua helai janur yang dikepang. Kelihatannya seperti rambut yang dikepang dua.
 
 
6. Ketupat sidalungguh 
Bentuknya mungil dengan ujung-ujung di kanan dan kiri. Pada syukuran empat bulan, ketupat ini menjadi simbol ditiupkannya roh ke dalam kandungan, sehingga si jabang bayi diberi kedudukan (sido lungguh) sebagai manusia kecil.


No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.